Jangan dibaca! Edisi kecewa dan sedih :(

Ada istilah “Pembeli adalah RAJA!”, semua orang pasti tahu dan setuju, iya kan… Semua orang termasuk saya pasti juga pernah jadi pembeli dan memposisikan diri sebagai “RAJA”. Semua keinginan kita minta dipenuhi dengan segera, cepat dan ga ada alasan apapun.

Namun, dalam hal kemanusiaan, pasti ada hal-hal yang bisa kita toleransi bukan… Sebagai penjual, dia juga manusia yang bisa saja khilaf dan membuat kesalahan. Sebagai manusia, kita harus bisa memberikan maaf dan memiliki rasa empati.

Apa maksudnya semua kata-kata di atas BUNZA?

Beberapa waktu lalu saya dapat pelajaran yang sangaaaatt berharga dari seorang customer. Dia memesan beberapa buah kerajinan akrilik dan sudah membayar DP. Pada saat yang dijanjikan, saya tidak dapat memenuhi janji karena ada beberapa hal yang menghambat. Di saat yang sama ketika dia coba menghubungi saya via sms dan telpon tidak saya jawab karena saya sedang ada pelatihan full selama 2 hari dan tidak punya pulsa sodara2.. (hari gene gak punya pulsa.. pliss dong!)

Semua masalah berawal dari komunikasi yang tidak lancar. Berlanjut ke tuntutan untuk mengirim barang karena dia merasa tidak puas. Karena pesanan yang jadi baru 1 sedangkan yang dipesan 2, dia tambah marahh besar. Setelah itu dia meng-cancelled pesanan yang belum siap karena sudah terlanjur kesal. Ya, karena dia bayarnya juga baru setengah, ya sudahlah saya kirimkan yang sudah jadi.

Saya coba menjelaskan bahwa anak saya yang masih setahun sakit selama seminggu dan di saat-saat itu saya harus bolak-balik untuk fisioterapi. Saya tidak sempat memikirkan pesanan karena anak saya yang kecil ini selalu ingin bersama dengan saya. Lalu di minggu berikutnya suami dan anak tertua saya yang sakit. Masya Allah.. begitu bertubi-tubi.. Saya juga yang harus memperhatikan mereka, kalau bukan saya siapa lagi..

Semua penjelasan saya seperti debu tertiup angin, hanya berlalu saja dan tidak membuat customer saya itu mau merasa empati sedikitpun. Malahan dia makin marah dan mengatakan bahwa saya ini ‘mencla-mencle’ (dlm bhs jawa artinya plin-plan). Rupanya barang yang dia pesan itu untuk dijual kembali, jadi dia pun dituntut untuk memenuhinya, dia pun merasa citra dirinya menjadi rusak gara-gara saya yang tidak tepat waktu. Dia juga membanding-bandingkan saya dengan penjual lain yang bisa menyediakan cepat dengan pesanan puluhan juta, ini yang baru ratusan ribu saja ga bisa tepat waktu, katanya.

Saya tidak bisa berkata apa-apa kecuali maaf dan berusaha menjelaskan yang terjadi sebenarnya, tapi apalah mau dikata, arang sudah menjadi abu.. Saya tidak minta dikasihani, tapi saya bertanya-tanya dimanakah empatinya si ‘ibu’ ini? bahkan kata empati semoga lekas sembuh  pun tidak terucap dari SMS-nya. Seminta maaf apapun saya, tetap ditanggapi dengan marah dan kata-kata kasar.

Nah… teman-teman yang masih baru merintis seperti saya, mudah-mudahan apa yang terjadi pada saya ini bisa diambil hikmahnya dan tidak terjadi pada teman-teman semua. Pelajaran yang saya dapatkan dari kejadian ini adalah:

1. Komunikasi adalah segalanya! Apapun kondisinya, jangan sampai mengabaikan sms atau telpon dari customer.

2. Pembeli adalah RAJA! Dia tidak akan mau mengerti apa kondisi kita, babak belurnya kita dan apapun juga, yg ia tahu kita harus menyediakan pesanan tepat waktu. (Tapi tidak semua pembeli seperti ini, saya juga punya customer yang friendly dan berempati tinggi)

3. Maaf tidak akan cukup mengobati kekecewaan seseorang. Mau kita minta maaf ratusan kali pun tetap percuma. (kalau orangnya berhati sempit dan tidak lapang dada)

4. Lebih baik cancel saja kalau memang dia merasa kecewa. Toh, rejeki itu Allah SWT yang mengatur, rejeki tidak hanya melalui dia kan..

5. Kalau ada customer yang membanding-bandingkan dengan penjual lain senaiknya suruh dia pesan di tempat yang dia anggap bagus itu. Supaya kita tidak sakit hati.

Over all, saya mau mengucapkan terima kasih pada si ‘Ibu’ itu, berkat dia saya bisa berkaca agar lebih profesional lagi dalam bekerja. Ya.. saya memang masih belajar, masih saya yang mengerjakan sendiri, didampingi  malaikat-malaikat kecil yang harus saya perhatikan juga, selain itu bekerja juga di luar rumah. Saya memang menjalankan bisnis ini part time, jadi mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya bagi yang pernah saya kecewakan. Kepada para pembeli, memang semuanya ‘RAJA’ tapi jadilah ‘RAJA’ yang bijaksana, yang berhati luas dan selalu positif thinking..

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s