I’m just an ordinary woman..

  Seperti judulnya, ya.. saya memang hanya wanita biasa. Jika pada akhirnya saya tidak bisa maksimal memainkan peran saya di satu bidang, mungkin memang kapasitas nya belum mumpuni.. Bukannya pesimis, tapi ini membuka mata saya bahwa untuk bisa menjalankan beberapa peran sekaligus tidaklah mudah, butuh kesungguhan dan kerja keras, juga pengorbanan yang tidak sedikit. 
Untuk saat ini saya cukup bahagia dengan peran yang saya jalani. Kalau dua tahun lalu diwarnai kegalauan apakah berhenti mengajar dan mengurus anak2 di rumah, tahun 2015 penuh dengan kepasrahan dan rasa syukur atas apa yang telah dicapai. Alhamdullilah bisa menjadi ibu dari 3 anak yg pintar dan sholih, masih berkesempatan membagi ilmu dan mendapat banyak pelajaran dari anak2 di sekolah, masih bisa nyambi jualan akrilik dan menekuni bidang baru yaitu membuat bros wire, dan mulai cari info tentang Home based education juga homeschooling. Entah kenapa saya mulai tertarik dgn Home education. 

Pasrah dan bersyukur adalah sikap terbaik seorang hamba. Mau berkeras berhenti ngajar, ternyata Allah berikan rezeki sertifikasi, mau ngoyo berkarier di sekolah ternyata Allah berikan rezeki anak perempuan yang cantik dan sholihah yang diidamkan, jadi sebenarnya Allah itu kurang baik apa lagi sama saya.. Allah kasih rezeki pada saatnya yang tepat, dan hanya Allah lah yang tahu kapan saat yang tepat..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s